Bait 512 - Syarat Amal Ism Fā'il (Ketergantungan/I'timād) - Alfiyah Ibn Malik
Bacaan Latin
Wa yaḥtâju fî ghayri ḍî **al** ilâ **i'timâdin**... 'alâ mubtada'in aw nafyin aw istifhâmin qad jurridâ
Terjemah Literal
Dan ia (Ism Fā'il) membutuhkan pada yang bukan pemilik **Alif Lām** kepada **Ketergantungan**... atas *Mubtada'* (Subjek Nominal) atau *Nafy* (Penafian) atau *Istifhām* (Pertanyaan) sungguh telah dilepaskan.
Syarah Modern
Bagi **Ism al-Fā'il** yang **Mujarrad** (tanpa *Alif Lām*), ia wajib memiliki **I'timād** (Ketergantungan) pada salah satu unsur yang mendahuluinya agar dapat beramal. Unsur-unsur ini biasanya *Mubtada', Nāfi, Istifhām, Mawṣūf*, atau *Ḏū Ḥāl*.
Poin Kunci
Ism Fā'il Mujarrad (tanpa Al) wajib I'timād (Ketergantungan)
I'timād pada Mubtada', Nafy, Istifhām, Mawṣūf, atau Ḏū Ḥāl
Kosakata Penting
Fî ghayri ḍî al
Pada yang bukan pemilik Alif Lām
I'timâdin
Ketergantungan
Naftin aw istifhâmin
Nafy atau Istifhām
Contoh Aplikatif
Konsep
Ketergantungan memberikan Ism Fā'il status yang setara dengan Fi'il