كَلاَمُنَا لَفْظٌ مُفِيدٌ كَاسْتَقِمْ ... وَاسْمٌ وَفِعْلٌ ثُمَّ حَرْفٌ الْكَلِمْ
Kalamuna lafzhun mufidun kastaqim ... wasmun wa fi'lun tsumma harful kalim
Kalam (menurut kami) adalah lafaz yang memberi faedah (makna) seperti lafaz 'Istaqim'. Dan (bagiannya adalah) Isim, Fi'il, serta Huruf; itulah Al-Kalim.
Syarah:
Bait ini menetapkan standar komunikasi yang sempurna (Kalam) yang harus memenuhi dua syarat utama: 1) Lafazh (terucap/terkirim) dan 2) Mufid (memahami...
وَالْحَرْفُ مَا لَيْسَ لَهُ عَلامَةْ ... فَقُمْتُ مَعْنَا يُكْتَفَى وَسَلامَةْ
Wal-harfu mâ laisa lahu 'alâmah... faqummat ma'nâ yuktafâ wa salâmah
Dan Harf adalah yang tidak memiliki tanda (Isim atau Fi'il). Dan (maknanya) cukup (dipahami) dalam konteks, dan (ia aman dari perubahan).
Syarah:
Bait ini memberikan definisi "sisa": Harf (Kata Tugas) adalah segala sesuatu yang tidak memiliki satupun tanda-tanda Isim (Bait 5) maupun ta...
وَالِاسْمُ مِنْهُ مُعْرَبٌ وَمَبْنِي ... لِشَبَهٍ مِنَ الْحُرُوفِ مُدْنِي
Wal-ismu minhu mu'rabun wa mabniyyu... Li shabahin minal hurûfi mudni
Isim (kata benda) ada yang Mu'rab (fleksibel) dan ada yang Mabni (statis), disebabkan kemiripannya dengan Harf (kata tugas) yang membuatnya dekat.
Syarah:
Bait ini membagi kata benda (Isim) menjadi dua kasta: Mu'rab (harakatnya bisa berubah, misal: u, a, i) dan Mabni (harakatnya tetap, misal: Hâdh...
وَكُلُّ حَرْفٍ مُسْتَحِقٌّ لِلْبِنَا ... وَالْأَصْلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسْكَنَا
Wa kullu harfin mustahiqqun lil-binâ... Wal-aslu fil mabniyyi an yuskanâ
Dan setiap Harf (kata tugas) berhak untuk Mabni. Dan hukum asal pada yang Mabni adalah Sukun (berhenti).
Syarah:
Bait ini mengunci dua aturan penting: 1) Semua Kata Tugas (Harf) HARUS Mabni. Ini adalah akar kemabnian. 2) Hukum asal atau default setting dari kata ...
وَمُعْرَبُ الْأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا ... مِنْ شَبَهِ الْحَرْفِ كَأَرْضٍ وَسَمَا
Wa mu’rabu al-asmā’i mā qad salimā... min shabahi al-ḥarfi ka-arḍin wa samā
Dan Isim yang Mu'rab adalah yang telah selamat dari kemiripan dengan Harf, seperti kata 'Ardh' (bumi) dan 'Sama' (langit).
Syarah:
Bait ini menetapkan aturan dasar: Isim itu default-nya adalah Mu'rab (fleksibel). Hanya Isim yang "terkontaminasi" kemiripan Harf lah y...
وَشَبَهُهُمْ شَبَهُ وَضْعٍ وَشَبَهُ ... مَعْنَوِيٍّ كَإِذْ وَكَمْ وَكَيْفَ وَجَهْ
Wa shabahuhum shabahu waḍ'in wa shabahu... ma'nawiyyin ka-idh wa kam wa kayfa wa jah
Kemiripan Isim (dengan Harf) adalah kemiripan dalam peletakan (wadha') dan kemiripan dalam makna (ma'nawi), seperti lafazh 'Idz' (ketika), 'Kam' (berapa), dan 'Kayfa' (bagaimana).
Syarah:
Bait ini memaparkan dua jenis kemiripan pertama yang membuat Isim menjadi Mabni: 1) Shabah Wadha' (Mirip Penulisan): Isim yang hanya terdiri dari...
وَكَافْتِقَارٍ أُصِّلَا وَعِيبَا ... وَشَبَهُ الْفِعْلِ فِي الِاسْتِخْدَامِ أُعْرِبَا
Wa ka-iftiqârin uṣṣilâ wa ‘îbâ... Wa shabahu al-fi’li fil istikhdâmi u’ribâ
Dan (kemiripan) seperti Iftiqar (ketergantungan) ditetapkan dan ditinjau. Dan kemiripan dengan Fi'il dalam pemakaian (Istikhdam) dii'rabkan (dijadikan Mabni).
Syarah:
Bait ini merinci dua jenis kemiripan berikutnya: 3) Shabah Istikhdam (Mirip Pemakaian): Isim yang bertindak seperti Fi'il dalam hal I'rab (m...
وَلَا يَجُوزُ الِابْتِدَاءُ بِالنَّكِرَةِ ... مَا لَمْ يَكُنْ خَبَرُهُ جَارًا أَوْ مَجْرُورَ الْخَلِفَةِ
Wa lâ yajûzu al-ibtidâ'u bi an-nakirati... mâ lam yakun khabaruhû jârran aw majrûra al-khalîfati
Dan **tidak boleh memulai dengan Isim Nakirah**... selama Khabarnya bukan Jār (Preposisi) atau Majrūr (Isim yang dikasrah) yang mengakhiri.
Syarah:
Kasus ketiga **Wajib Taqdîm al-Khabar**: Jika Mubtada' adalah **Isim Nakirah** (umum) murni, dan Khabar-nya adalah *Sibh al-Jumlah* (Jār wa Maj...
وَمَا دَامَ فِي التَّصْرِيفِ وَالْأَصْلِ لَهُ ... أَنْ يُجْعَلَ مَعْ فِعْلِهِ الْمُبْتَدَأَ لَهُ
Wa mâ dâma fî at-taṣrîfi wa al-aṣli lahû... an yuj'ala ma'a fi'lihi al-mubtada'a lahû
Dan **Mā Dāma** dalam Tashrif dan asalnya adalah... dijadikan bersama perbuatannya (fi'ilnya) Mubtada' baginya.
Syarah:
Kelompok fi'il ketiga yang hanya satu: **Mā Dāma**. Syarat amalnya adalah **wajib didahului oleh *Mā al-Maṣdariyyah az-Zharfiyyah*** (Mā ya...
وَكُلُّ مَا جَازَ فِيهِ التَّأْخِيرُ مَنْعُهُ ... لِتَقْدِيمِ خَبَرِ الْمُبْتَدَأِ الْمُسَاوِعُ
Wa kullu mâ jâza fîhi at-ta'khîru man'uhû... li taqdîmi khabari al-mubtada'i al-musâwi'u
Dan segala apa yang boleh diakhirkan padanya, dilarang mendahulukan... demi mendahulukan Khabar Mubtada' yang setara.
Syarah:
Bait ini membahas kebolehan Taqdîm Khabar Kāna (Jār wa Majrūr/Zharf) yang mendahului Kāna-nya. Namun, ini dilarang jika dapat menimbulkan kerancu...