Dua kasus lain di mana *Tamyīz* wajib *Manṣūb*: **1) Af'āl at-Ta'aǧǧub**: Setelah konstruksi seruan kagum (seperti *Mā Af'alahu*). **2) Kafā**: Setelah *Fi'il* **Kafā** (cukup/memadai) untuk menjelaskan Fā'ilnya yang ambigu (biasanya *Ḍamīr* tersembunyi).