Sebaliknya, **Na't (sifat) juga boleh dibuang** jika *Man'ūt* (yang disifati) sudah cukup jelas dan pembuangan *Na't* tidak menimbulkan kerancuan. Contohnya adalah dalam konteks janji dan ancaman di mana sifat keadilan atau keburukan sudah dipahami, meskipun tidak disebutkan. Hukumnya kembali pada kebolehan asal selama makna tetap tersampaikan.