Bait ini mengajarkan adab sebelum ilmu. Ibnu Malik melakukan Personal Branding ("Qola Muhammadun huwabnu Maliki") untuk menunjukkan kredibilitas dan tanggung jawab atas karyanya. Beliau mendahului dengan rasa syukur ("Ahmadu Rabbi") sebagai mindset positif berkelanjutan. Penggunaan kata "Malik" di nama dan di akhir bait menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah (Raja yang sesungguhnya).