Setelah menata diri, langkah kedua adalah menata koneksi. Shalawat ("Musholliyan") adalah upaya menghubungkan diri kepada "Sumber Sinyal" (Nabi Muhammad SAW). Beliau disebut "Al-Musthofa" (Yang Terpilih), mengajarkan kita untuk selalu berorientasi pada kualitas. Mendoakan keluarga/pengikut ("Aalihil") menunjukkan pentingnya Support System yang harus "menyempurnakan kemuliaan" (Al-Mustakmilin), yaitu bukan hanya mulia keturunan, tapi juga mulia akhlak dan ilmu.