**Jawāb asy-Syart** (Kalimat Hasil) boleh digugurkan (*Ḥaẓf*) jika maknanya sudah jelas dari konteks kalimat atau pembicaraan sebelumnya. Contoh klasik: 'Kamu mau pergi?' dijawab, *In lā taḍhab* (Jika kamu tidak pergi... [maka aku tidak akan pergi]), di mana *Jawāb* (maka aku juga tidak pergi) digugurkan.