Aturan inti *Jumlat Fi'liyyah*: Jika *Fā'il* disebutkan **setelah** *Fi'il*, maka *Fi'il* harus tetap **Mufrad** (Tunggal), terlepas dari jumlah *Fā'il* (Tatsniyah atau Jamak). *Fi'il* hanya disesuaikan pada *Tadzkīr* (Laki-laki) atau *Ta'nīts* (Perempuan). Cth: **جَاءَ** الرِّجَالُ (Bukan *Jā'ū ar-Rijālu*).