Syarat utama *I'rab Naṣab* sebagai *Ẓarf*: Isim Waktu atau Tempat harus memungkinkan disisipi **Ḥarf al-Jar Fī** (*di/pada*) tanpa mengubah makna dasar kalimat. Jika *Fī* tidak dapat diasumsikan, maka Isim tersebut harus di-I'rab sesuai posisi asalnya (cth: *Fā'il* atau *Maf'ūl bih*), bukan sebagai *Ẓarf*.