Alfiyah Explorer

1110 Bait Lengkap
إِلَّا إِذَا كَانَ الْمُبْدَلُ مِنْهُ **مُضَافًا** إِلَى ضَمِيرٍ ... أَوِ الْعَامِلُ فِيهِ مَحْذُوفٌ، وَالْحُكْمُ قَدْ سَتَرَ الْحِكَمَ
Bait 440 - Kaidah Pembeda 'Aṭaf al-Bayān - Alfiyah Ibn Malik

Bacaan Latin

Illâ iḍâ kâna al-mubdalu minhu **muḍâfan** ilâ ḍamîrin... awi al-'âmilu fîhi maḥḍûfun, wa al-ḥukmu qad satara al-ḥikama

Terjemah Literal

Kecuali jika *Mubdal Minhu* adalah **Muḍāf** kepada **Ḍamīr**... atau *'Āmil* padanya dihilangkan, dan hukum sungguh telah menyembunyikan hikmah.

Syarah Modern

Pengecualian utama: Ada kasus di mana *'Aṭaf al-Bayān* **boleh**, sementara *Badal al-Kull* **tidak boleh**. Contoh paling umum adalah ketika *Mubdal Minhu* adalah *Isim* yang disandarkan (*Muḍāf*) kepada **Ḍamīr Mufrad Gha'ib** (Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal). Dalam kasus ini, hanya *'Aṭaf al-Bayān* yang bisa digunakan untuk menghindari ambiguitas atau pelanggaran kaidah *Iḍāfah*.

Poin Kunci

Pembeda utama: 'Aṭaf al-Bayān digunakan ketika Badal dilarang
Badal dilarang jika Mubdal Minhu adalah Muḍāf ke Ḍamīr (kasus tertentu)

Kosakata Penting

Muḍâfan ilâ ḍamîrin
Muḍāf kepada Ḍamīr
Al-'âmilu fîhi maḥḍûfun
'Āmil padanya dihilangkan

Contoh Aplikatif

Studi Kasus
Perbedaan antara Badal dan 'Aṭaf al-Bayān sangat rinci dalam Nahwu

Tags

badal 'aṭaf_al_bayān pengecualian