**Fi'l ash-Sharṭ** seringkali dihapus jika *Jawāb* yang tersisa didahului oleh *Fi'l Amr* (Perintah) atau *Fi'l Nahy* (Larangan). *Jawāb* yang tersisa kemudian di-Jazm-kan, menyiratkan *Sharṭ* yang tersembunyi. Cth: *Uktub **yufidka*** (Menulislah, **maka ia akan bermanfaat bagimu**), asalnya: *In taktub, yufidka* (Jika engkau menulis, ia akan bermanfaat bagimu).