Dalam kasus penghapusan *Sharṭ* (setelah *Amr/Nahy*), *Jawāb* boleh di-Jazm-kan (jika memiliki makna yang baik) atau di-*Rafa'*kan (jika *Jawāb* yang berupa *Muḍāri'* tidak logis sebagai *Jawāb Sharṭ*). *Rafa'* di sini berlaku jika *Jawāb* dianggap sebagai *Jumlah Isti'nāfiyyah* (Kalimat Baru) yang berdiri sendiri.