*Ḍamīr Munfaṣil* (melalui partikel **Iyyā**) hanya boleh digunakan dalam dua kondisi: 1) Jika *Ḍamīr Muttaṣil* tidak mungkin digunakan (misal, *Maf'ūl bih* harus didahulukan dari *Fi'il*). 2) Untuk tujuan **Ḥaṣr** (Pembatasan), di mana *Maf'ūl bih* wajib didahulukan untuk menekankan eksklusivitas (Cth: *Iyyāka na'budu*).