**Kay** (Untuk/Agar) adalah Nawāṣib keempat. Pendapat yang paling sahih (*Al-Qawl al-Aṣaḥḥ*) menyatakan bahwa Kay men-Naṣab-kan Muḍāri' **secara langsung**. Namun, jika *Kay* didahului oleh **Lām** (Lām at-Ta'līl), maka Lām yang beroperasi, dan *An* setelah *Kay* menjadi wajib tersembunyi (menurut sebagian Mazhab).