Mubtada' wajib didahulukan jika *Khabar* di-**Ḥaṣr** (Dibatasi) menggunakan: 1) **Illā** (kecuali) setelah *Nafy* (Negasi). 2) **Innamā** (Hanyalah). Pembatasan ini mengunci predikasi, sehingga *Mubtada'* harus diprioritaskan di awal untuk menegaskan objek pembatasan tersebut.