**Khabar wajib digugurkan** (disembunyikan) jika *Mubtada'* didahului oleh **Lawlā** (yang bermakna 'Seandainya tidak'). *Khabar* yang digugurkan ini haruslah *Kawn ‘Āmm* (Keberadaan Umum) seperti *Maujūdun* (Ada) atau *Kā'inun* (Berada), karena mudah dipahami dari konteks.